Select Page
Tingkat Baperan Meningkat Ketika Hamil

Tingkat Baperan Meningkat Ketika Hamil

Hallo calon ibu pasti sering denger kalau bahwa ibu hamil jadi lebih sensitif daripada biasanya. Wanita yang sedang mengandung rasanya lebih cepat marah dan mudah emosi alias baperan. Hal tersebut terjadi biasanya di awal-awal trimester pertama kehamilan dan yang paling merasakan perubahan ini (dan paling sering menjadi korban) adalah para suami.

Taukah para ibu ternyata, perubahan hormon dan tubuh yang terjadi saat hamil adalah penyebab utamanya. Fluktuasi mood ibu hamil mirip dengan saat menjelang haid atau PMS. Wajar saja, si ibu harus mulai beradaptasi dengan kondisi tubuhnya yang mulai berubah secara seperti akibat mual, pusing, badan terasa pegal-pegal, payudaya membengkak, perubahan hormon yang sama yakni estrogen, progesteron, dan beta HCG dan lain-lain. Jadi, wajar saja orang hamil jadi lebih galak, meski mungkin tak semua wanita hamil mengalaminya.

So untuk para calon bapak cobalah menerima ya, beradaptasi, dan bersabar. Jangan jadi tambah marah karena perasaan ibu hamil betul-betul sedang naik turun. Untuk para suami yang mendapati mood istri naik turun seperti roller coster di taman hiburan jangan lupa tetaplah tenang dan beri senyuman.

Suami juga bisa melakukan hal romantis seperti memberinya hadiah kecil, mengajaknya makan malam di luar, atau memberikan apa yang sedang ia inginkan. Hal-hal tersebut bisa membuat ibu hamil merasa dihargai, lho. Peka pada perasaan istri juga bisa mencegah istri ngambek. Ga asik kan di rumah setiap hari berantem terus terusan.

Ingat, kehamilan hanya berlangsung selama sembilan bulan. so, gak perlu khawatir, frustasi, apalagi depresi saat menghadapi ibu hamil galak karena sesungguhnya orang hamil dan janinnya memerlukan perasaan nyaman dan bahagia. Stay Happy Moms.

The miracle inside my body

The miracle inside my body

Assalamualaikum gaes,

Kali ini aku mau sharing tentang pengalaman super yang aku rasain seminggu yang lalu. Kehamilan memang menjadi dambaan bagi semua orang yang udah menikah dan itu merupakan salah satu impian aku. Aku menikah Desember 2018 tahun lalu, bisa dibilang masih baru. Tapi seiring berjalannya waktu satu bulan terlewati, dua bulan dan masuk ke bulan ketiga komentar-komentar super dari netijen maha benar sudah mulai mendarat di telinga ku. Agak panas sih tapi aku mencoba tetep positif.

Sampailah pada bulan Maret 2019 dimana saat itu rasa benasaranku muncul, ketika aku sudah telambat haid dua hari. Tingkat kepo ku meningkat akhirnya untuk menjawab ke kepoan dalam diriku, aku mencoba membeli tespack. Awalnya deg degan, sambil baca-baca artikel dan blog para momies yang berpengalaman. Aku mulai mencari-cari ciri-ciri kehamilan dalam tubuhku. Banyak yang ga match kalo disamaain sama diriku saat itu, tapi aku tetep mencoba positif.

Sampai akhirnya aku membeli tespack dan mencobanya pagi hari, saat itu aku emang dengan rasa ngarep dan hasilnya negatif. Rasanya sedih banget pas tau, gabisa aku bohongi. Sampe akhirnya besok pagi aku dikabari sahabatku yang menikahnya hanya beda seminggu dari ku dan dia sudah hamil. Rasanya pas tau itu aku happy banget tapi gabisa dipungkiri di lubuk hati aku ada perasaan kecewa sama diri sendiri. Banyak banget pikiran negatif muncul dan aku sempet nyalahin diri sendiri. Agak lebay sih emang, aku baru tiga bulan nikah udah ngerasa sesedih itu bagaimana dengan pasangan yang udah bertahun-tahun. Akhirnya aku mulai memotivasi diri aku lagi.

Selang satu hari, tiba-tiba suami ku bawa 10 buah tespack hadiah dari temannya. Aku awalnya ragu cuma ketawa aja, karna aku pesimis mana mungkin hamil sedangkan kemarin aku tes dua kali kalo aku negatif. Akhirnya aku dengan perasaan pasrah dan agak cuek aku tetep cek menghargai suami ku, ya walau dibenak udah berkeliaran pikiran negatif. Setelah aku tes, dan hasilnya positif. Garis 2!! Garis dua dengan warna yang cukup tebal dan jelas, aku masih tidak percaya aku tes lagi berulang-ulang dan hasilnya sama. Masya Allah, saat itu aku hanya merasakan Allah begitu baik pada setiap umatnya, Allah mengabulkan semuanya. Allah kasih semua keajaiban, MasyaAllah tak ada yang lebih penting saat itu selain bersyukur. Jadi buat temen-temen yang lagi menunggu kehamilan, saran ku adalah tetep positif sama Tuhan, tetep ikhtiar dan berusaha semampu kita, jangan lupa berdoa karena Tuhan tidak pernah terlambat memberikan segala sesuatunya dan setiap takdir manusia pasti bekerja pada waktunya masing-masing jadi jangan membandingkan dirimu dengan orang lain.

Tips Mengurangi Barang Bawaan Saat Traveling

Tips Mengurangi Barang Bawaan Saat Traveling

Berpergian jauh ke luar kota memang sesuatu yang membutuhkan persiapan, apalagi kalo perginya sampe ke luar negeri pasti butuh persiapan yang cukup. Salah satunya kita harus nyiapin keperluan pribadi kita kaya baju, sepatu, perlengkapan mandi, make up sampe obat-obatan. Nah saking banyaknya kita tuh suka pusing mau bawa yang mana, sampe-sampe semua mau dibawa karena takut kurang dan hasilnya bagasi jadi over. Apalagi dengan kebijakan maskapai penerbangan di Indonesia saat ini yang mengharuskan penumpang membayar bagasi, jadi no bagasi free lagi. Kondisi kaya gitu bikin kita berat diongkos dong, padahal travelingnya ga jauh banget dan ga lama, apalagi kalo cuma lagi dinas kantor aja. Nah gue termasuk pekerja yang suka dinas ke luar kota, lebih tepatnya karena orang proyek jadi sering dinas. Kalo lagi dinas gue ga mau bawa barang banyak, paling banyak cuma satu tas ransel plus tas sehari-hari yang emang isinya uang dan barang-barang penting. Berikut tips packing barang ala gue berharap dapat membantu temen-temen:

  1. Lama Berpergian dan Tujuan Berpergian

Pertama kali yang harus kalian perhatikan adalah mengetahui kalian nih bakalan pergi kemana sih, tujuan berpergianya apa? apakah dinas? mudik? liburan atau sepeti apa. Memahami tujuan berpergian menjadi fokus acuan kita dalam packing barang. Contoh kali ini tujuan berpergiannya karena dinas luar kota, nah yaudah kita gausah lebay semua barang mau dibawa. Lihat kegiatan yang akan dilakukan disana, jangan sampe boros baju dan perlengkapan. Meminimalisirkan barang bawaan akan semakin baik. Bawalah baju seperlunya dengan melihat jumlah hari yang akan ditempuh. Contoh perginya 3 hari (PP) naik pesawat. Yaudah bawa aja berarti 3 pasang pakaian, dan satu pasang baju tidur plus perlengkapan yang diperlukan. Kalo perlengkapan mandi usahakan pake yang travel size biar ga makan tempat, untuk sepatu bawa satu sepatu yang bisa digunakan dalam kondisi apapun. Gausah bawa banyak-banyak.

Pertama kali yang harus kalian perhatikan adalah mengetahui kalian nih bakalan pergi kemana sih, tujuan berpergianya apa? apakah dinas? mudik? liburan atau sepeti apa. Memahami tujuan berpergian menjadi fokus acuan kita dalam packing barang. Contoh kali ini tujuan berpergiannya karena dinas luar kota, nah yaudah kita gausah lebay semua barang mau dibawa. Lihat kegiatan yang akan dilakukan disana, jangan sampe boros baju dan perlengkapan. Meminimalisirkan barang bawaan akan semakin baik. Bawalah baju seperlunya dengan melihat jumlah hari yang akan ditempuh. Contoh perginya 3 hari (PP) naik pesawat. Yaudah bawa aja berarti 3 pasang pakaian, dan satu pasang baju tidur plus perlengkapan yang diperlukan. Kalo perlengkapan mandi usahakan pake yang travel size biar ga makan tempat, untuk sepatu bawa satu sepatu yang bisa digunakan dalam kondisi apapun. Gausah bawa banyak-banyak.

2. Cara Packing

Nah cara packing juga mempengaruhi lho seberapa muatnya tas kalian itu. Jadi kalo kalian gabisa packingnya dengan baik, sama aja walaupun barang yang dibawa dikit. Saran aja, untuk pakaian sebaiknya dilipat kecil-kecil lalau digulung, perlengkapan mandi dan lain-lain diubah menjadi travel size lalu di masukan dalam satu pouch. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari barang yang ketinggalan dan berantakan, jadi kita lebih mudah mengeceknya.

3. Koper Atau Ransel

Gunakan tas sesuai dengan kebutuhan, kalo jarak perginya dekat dan tidak terlalu lama berpergiannya sebaiknya menggunakan ransel agar lebih simpel dan barang yang kita bawa lebih sedikit. Kalo berpergian lumayan lama dan jauh sebaiknya bawalah koper agar mempermudah kita dan barang bawaan tidak tercecer. Yang terakhir kita harus mempersiapkan diri kita dalam berpergian dengan cara memeriksa kembali barang apa saja yang wajib dibawa. Bawa semua perlengkapan serapih mungkin agar memudahkan memeriksa.

Selamat mencobaa 🙂