Select Page
5 Alasan Jitu Buat Bolos

5 Alasan Jitu Buat Bolos

Rasa mager sering menghampiri kita, apalagi kalo kemarinnya habis liburan panjang trus besoknya harus masuk kerja magernya minta ampuuun. Nah sering banget kan kita muter otak buat bohong, so jangan pusing lagi berikut adalah tips buat jadi bahan alasan ga masuk kerja.

1. Sakit
Sakit adalah satu-satunya alasan klasik yang bisa dan biasa kamu pakai. Hati-hati tapi pake alasan ini, kalo terlalu sering nanti kamu malah benaran sakit, lho. Agak serem sih, tapi alasan ini emang bikin empati si bos meningkat 🙂

2. Anggota Keluarga Sakit atau Berduka
Kadang-kadang menjadikan bahwa alasan bolos adalah ketika menerima kabar ada anggota keluarga yang sakit atau sedang berduka. Biasanya alasan ini disampaikan dengan sangat mendadak pada beberapa jam sebelum masuk kerja. Eits tapi jangan boong ya kalo soal berduka, ngeri soalnya.

3. Kebanjiran
Sekarang kan lagi musim hujan nih, terutama di Indonesia. Banyak tempat terkena akan dampak banjir. Jadi perjalanan terganggu dan tidak bisa dilewati karena banjir, hal ini bisa dijadikan sebagai alasan untuk tidak masuk kerja. Namun tidak gak cuma rute perjalanan yang terganggu banjir, rumah kamu juga bisa menjadi sasaran banjir. Maka pada saat banjir, jika memang tidak memungkinkan untuk bisa berangkat kerja.

4. Urusan Keluarga
Eitss urusan keluarga juga penting lho. Contohnya aja kita jadiin alasan keluarga ada yang sedang menggelar hajatan, acara syukuran, wisuda hingga datangnya kabar duka memang mau tak mau harus membuat seseorang tidak masuk kerja dan mendatangi acara tersebut. So, kamu bisa saja diizinkan untuk tidak masuk kerja oleh perusahaan jika Anda memberitahukannya dengan baik-baik.

5. Datang Bulan
Terakhir alasan berikut ini sering diajukan oleh kaum perempuan ya bukan laki-laki. Pasalnya kaum wanita memang tak bisa lepas dari siklus bulanan yang bernama datang bulan atau haid. Datang bulan memang bukan perkara yang mudah bagi kaum perempuan. Tak jarang saat datang bulan tiba, mereka merasakan sakit yang teramat dan juga tidak enak badan. Maka saat hal ini menimpa Anda para pekerja perempuan, Anda bisa meminta izin untuk tidak masuk kerja kepada pimpinan. Karena banyak perusahaan yang memberikan izin untuk cuti first periode

Selamat Mencoba !

Tips agar buah apel tidak mudah menghitam

Tips agar buah apel tidak mudah menghitam

Siapa sih yang ga suka sama buah apel. Buah apel merupakan salah satu buah favorite apalagi kalo temen-temen lagi diem. Buah apel merupakan menu wajib yang harus distock di rumah. Dengan ukuran yang cukup besar apalagi untuk kategori apel fuji, agaknya PR ya buat makannya kalo langsung digigit dan dimakan sekaligus apalagi untuk porsi seorang diri, kayanya terlalu kenyang. Tapi suka galau ga sih temen-temen kalo abis ngupas buah apel warnanya cepet banget berubah jadi coklat sehingga membuat udah tersebut tidak fresh lagi.
Buah apel sendiri bisa berubah warna karena terjadinya reaksi kimia dan proses oksidasi. Sehingga warna daging buah apel tidak cepat berubah menjadi cokelat. Nah berikut beberapa tips buat temen-temen agar buah apel yang sudah dibuka dan dikonsumsi nanti tidak berubah warna kecoklatan dan tetap segar :

1. Garam
Garam dapat memperlambat reaksi kimia dan proses oksidasi. Sehingga warna daging buah apel tidak cepat berubah menjadi cokelat. Caranya : setelah buah dipotong, ambil mangkuk dan tuangkan air kedalam mangkuk. Kemudian capurkan dengan satu sendok garam, aduk sampai rata dan masukan potongan buah sekitar 10 detik lalu tiriskan.

2. Perasan Lemon
Cara lain adalah dengan melumuri apel yang sudah dipotong dengan air lemon. Ini dapat menghentikan oksidasi polifenol bereaksi dengan oksigen karena adanya asam di dalam air lemon.

Selamat mencoba! 🙂

The miracle inside my body

The miracle inside my body

Assalamualaikum gaes,

Kali ini aku mau sharing tentang pengalaman super yang aku rasain seminggu yang lalu. Kehamilan memang menjadi dambaan bagi semua orang yang udah menikah dan itu merupakan salah satu impian aku. Aku menikah Desember 2018 tahun lalu, bisa dibilang masih baru. Tapi seiring berjalannya waktu satu bulan terlewati, dua bulan dan masuk ke bulan ketiga komentar-komentar super dari netijen maha benar sudah mulai mendarat di telinga ku. Agak panas sih tapi aku mencoba tetep positif.

Sampailah pada bulan Maret 2019 dimana saat itu rasa benasaranku muncul, ketika aku sudah telambat haid dua hari. Tingkat kepo ku meningkat akhirnya untuk menjawab ke kepoan dalam diriku, aku mencoba membeli tespack. Awalnya deg degan, sambil baca-baca artikel dan blog para momies yang berpengalaman. Aku mulai mencari-cari ciri-ciri kehamilan dalam tubuhku. Banyak yang ga match kalo disamaain sama diriku saat itu, tapi aku tetep mencoba positif.

Sampai akhirnya aku membeli tespack dan mencobanya pagi hari, saat itu aku emang dengan rasa ngarep dan hasilnya negatif. Rasanya sedih banget pas tau, gabisa aku bohongi. Sampe akhirnya besok pagi aku dikabari sahabatku yang menikahnya hanya beda seminggu dari ku dan dia sudah hamil. Rasanya pas tau itu aku happy banget tapi gabisa dipungkiri di lubuk hati aku ada perasaan kecewa sama diri sendiri. Banyak banget pikiran negatif muncul dan aku sempet nyalahin diri sendiri. Agak lebay sih emang, aku baru tiga bulan nikah udah ngerasa sesedih itu bagaimana dengan pasangan yang udah bertahun-tahun. Akhirnya aku mulai memotivasi diri aku lagi.

Selang satu hari, tiba-tiba suami ku bawa 10 buah tespack hadiah dari temannya. Aku awalnya ragu cuma ketawa aja, karna aku pesimis mana mungkin hamil sedangkan kemarin aku tes dua kali kalo aku negatif. Akhirnya aku dengan perasaan pasrah dan agak cuek aku tetep cek menghargai suami ku, ya walau dibenak udah berkeliaran pikiran negatif. Setelah aku tes, dan hasilnya positif. Garis 2!! Garis dua dengan warna yang cukup tebal dan jelas, aku masih tidak percaya aku tes lagi berulang-ulang dan hasilnya sama. Masya Allah, saat itu aku hanya merasakan Allah begitu baik pada setiap umatnya, Allah mengabulkan semuanya. Allah kasih semua keajaiban, MasyaAllah tak ada yang lebih penting saat itu selain bersyukur. Jadi buat temen-temen yang lagi menunggu kehamilan, saran ku adalah tetep positif sama Tuhan, tetep ikhtiar dan berusaha semampu kita, jangan lupa berdoa karena Tuhan tidak pernah terlambat memberikan segala sesuatunya dan setiap takdir manusia pasti bekerja pada waktunya masing-masing jadi jangan membandingkan dirimu dengan orang lain.

Tips Mengurangi Barang Bawaan Saat Traveling

Tips Mengurangi Barang Bawaan Saat Traveling

Berpergian jauh ke luar kota memang sesuatu yang membutuhkan persiapan, apalagi kalo perginya sampe ke luar negeri pasti butuh persiapan yang cukup. Salah satunya kita harus nyiapin keperluan pribadi kita kaya baju, sepatu, perlengkapan mandi, make up sampe obat-obatan. Nah saking banyaknya kita tuh suka pusing mau bawa yang mana, sampe-sampe semua mau dibawa karena takut kurang dan hasilnya bagasi jadi over. Apalagi dengan kebijakan maskapai penerbangan di Indonesia saat ini yang mengharuskan penumpang membayar bagasi, jadi no bagasi free lagi. Kondisi kaya gitu bikin kita berat diongkos dong, padahal travelingnya ga jauh banget dan ga lama, apalagi kalo cuma lagi dinas kantor aja. Nah gue termasuk pekerja yang suka dinas ke luar kota, lebih tepatnya karena orang proyek jadi sering dinas. Kalo lagi dinas gue ga mau bawa barang banyak, paling banyak cuma satu tas ransel plus tas sehari-hari yang emang isinya uang dan barang-barang penting. Berikut tips packing barang ala gue berharap dapat membantu temen-temen:

  1. Lama Berpergian dan Tujuan Berpergian

Pertama kali yang harus kalian perhatikan adalah mengetahui kalian nih bakalan pergi kemana sih, tujuan berpergianya apa? apakah dinas? mudik? liburan atau sepeti apa. Memahami tujuan berpergian menjadi fokus acuan kita dalam packing barang. Contoh kali ini tujuan berpergiannya karena dinas luar kota, nah yaudah kita gausah lebay semua barang mau dibawa. Lihat kegiatan yang akan dilakukan disana, jangan sampe boros baju dan perlengkapan. Meminimalisirkan barang bawaan akan semakin baik. Bawalah baju seperlunya dengan melihat jumlah hari yang akan ditempuh. Contoh perginya 3 hari (PP) naik pesawat. Yaudah bawa aja berarti 3 pasang pakaian, dan satu pasang baju tidur plus perlengkapan yang diperlukan. Kalo perlengkapan mandi usahakan pake yang travel size biar ga makan tempat, untuk sepatu bawa satu sepatu yang bisa digunakan dalam kondisi apapun. Gausah bawa banyak-banyak.

Pertama kali yang harus kalian perhatikan adalah mengetahui kalian nih bakalan pergi kemana sih, tujuan berpergianya apa? apakah dinas? mudik? liburan atau sepeti apa. Memahami tujuan berpergian menjadi fokus acuan kita dalam packing barang. Contoh kali ini tujuan berpergiannya karena dinas luar kota, nah yaudah kita gausah lebay semua barang mau dibawa. Lihat kegiatan yang akan dilakukan disana, jangan sampe boros baju dan perlengkapan. Meminimalisirkan barang bawaan akan semakin baik. Bawalah baju seperlunya dengan melihat jumlah hari yang akan ditempuh. Contoh perginya 3 hari (PP) naik pesawat. Yaudah bawa aja berarti 3 pasang pakaian, dan satu pasang baju tidur plus perlengkapan yang diperlukan. Kalo perlengkapan mandi usahakan pake yang travel size biar ga makan tempat, untuk sepatu bawa satu sepatu yang bisa digunakan dalam kondisi apapun. Gausah bawa banyak-banyak.

2. Cara Packing

Nah cara packing juga mempengaruhi lho seberapa muatnya tas kalian itu. Jadi kalo kalian gabisa packingnya dengan baik, sama aja walaupun barang yang dibawa dikit. Saran aja, untuk pakaian sebaiknya dilipat kecil-kecil lalau digulung, perlengkapan mandi dan lain-lain diubah menjadi travel size lalu di masukan dalam satu pouch. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari barang yang ketinggalan dan berantakan, jadi kita lebih mudah mengeceknya.

3. Koper Atau Ransel

Gunakan tas sesuai dengan kebutuhan, kalo jarak perginya dekat dan tidak terlalu lama berpergiannya sebaiknya menggunakan ransel agar lebih simpel dan barang yang kita bawa lebih sedikit. Kalo berpergian lumayan lama dan jauh sebaiknya bawalah koper agar mempermudah kita dan barang bawaan tidak tercecer. Yang terakhir kita harus mempersiapkan diri kita dalam berpergian dengan cara memeriksa kembali barang apa saja yang wajib dibawa. Bawa semua perlengkapan serapih mungkin agar memudahkan memeriksa.

Selamat mencobaa 🙂

3 Kelemahan Uang Elektronik

3 Kelemahan Uang Elektronik

Saat ini penggunaan uang elektronik meningkat tajam. Penggunaan uang elektronikpun didukung oleh pemerintah, contohnya pembayaran keluar tol menggunakan uang elektronik. Buat temen-temen yang gapaham apa sih uang elektronik itu?
Menurut penjelasan dari Bank Indonesia , uang elektronik adalah sesuatu yang diterbitkan atas dasar nilai uang yang disetor terlebih dahulu oleh pemegang kepada penerbit dan nilai uang disimpan secara elektronik dalam suatu media seperti server atau chip. Fungsinya digunakan sebagai alat pembayaran kepada pedagang yang bukan merupakan penerbit uang elektronik tersebut.

Banyak uang elektronik yang beredar dikehidupan kita sehari-hari, seperti e-money, brizi, tap-cash dll. Penggunaan uang elektronik sebetulnya belum menyeluruh, masih di kota-kota besar aja. Tapi kita doain semoga semakin meluas penyebarannya.

Menurut gue, uang elektronik memiliki manfaat yaitu membuat menjadi cashless dalam penggunaan uang tunai, sehingga kita ga perlu repot-repot bawa uang banyak dan tebel di dompet. Selain itu, dengan menggunakan uang elektronik kita ga perlu repot mencari kembalian setelah belanja, kadang kan kita tapi si tokonya ga ada kembaliannya. Nah ternyata dibalik keuntungan dan manfaat penggunaan uang elektronik sendiri memiliki kelemahan. Berikut adalah kelemahan yang dimiliki uang elektronik :

1. Risiko Hilang
Risiko uang elektronik hilang dan dapat digunakan oleh pihak lain, karena pada prinsipnya uang elektronik sama seperti uang tunai yang apabila hilang tidak dapat diklaim kepada penerbit.

2. Banyak pengguna yang kurang paham
Masih kurang pahamnya pengguna dalam menggunakan uang elektronik, seperti pengguna tidak menyadari uang elektronik yang digunakan ditempelkan 2 (dua) kali pada reader untuk suatu transaksi yang sama sehingga nilai uang elektronik berkurang lebih besar dari nilai transaksi. Jadi bisa ngerugiin kan.

3. Tidak adanya kode pengaman / PIN
penggunaan uang elektronik tidak seperti penggunaan ATM yang meminta verifikasi kode rahasia, sehingga hal tersebut sangat memungkinkan diklaim pihak lain apabila uang elektornik tersebut hilang.